LIPI akan Teliti Fenomena Upwelling di Laut Selatan Jawa | Liputan 24 Maluku
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

LIPI akan Teliti Fenomena Upwelling di Laut Selatan Jawa

Posted by On 7:19 PM

LIPI akan Teliti Fenomena Upwelling di Laut Selatan Jawa

REPUBLIKA.CO.ID, BULA -- Proses fenomena naiknya massa air laut dari dasar ke permukaan atau upwelling di laut selatan Jawa akan diteliti lebih mendalam oleh Pusat Penelitian Laut Dalam pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPLD-LIPI). Kepala PPLD-LIPI Augy Syahailatua mengatakan penelitian tersebut merupakan kerja sama antara PPLD-LIPI dengan First Institute of Oceanografi (FIO) Cina dan University of Maryland, Amerika Serikat, dijadwalkan akan dimulai pada 2018.
Riset itu sendiri merupakan hasil dari pertemuan ilmiah internasional Cooperative Study of Kurashio yang diikuti oleh PPLD-LIPI di Qingdau, Cina pada November lalu. Selain para peneliti PPLD di bidang biologi, kimia dan fisika oseanografi, peneliti-peneliti di bidang klimatologi dan interaksi laut atmosfir juga ikut dilibatkan untuk studi perubahan iklim dan sebagainya.
"Kami akan melakukan penelitian bers ama untuk aspek fisika oseanografi, temanya upwelling selatan Jawa. Ini adalah kerja sama jangka panjang," katanya di Bula, Jumat (15/12).
Upwelling adalah naiknya masa air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar dari dasar laut ke permukaan. Fenomena ini cenderung terjadi setiap enam bulan sekali.
Fenomena upwelling di bagian selatan Jawa, kata Augy, berhubungan erat dengan angin musim dan pola arus lintas Indonesia (Indonesian troughflow). Terkait proses penelitiannya nanti, tim peneliti dari Indonesia, Cina dan Amerika Serikat akan melakukan pelayaran selama 40 hari pada September-Oktober 2018, untuk memasang buoy mooring di beberapa lokasi yang dinilai strategis.
Beberapa lokasi tersebut di antaranya adalah Selat Lombok, Selat Alas, bagian utara Selat Makassar, dan laut bagian utara Kabupaten buru, Provinsi Maluku. Pemasangan buoy mooring dimaksudkan untuk bisa mendeteksi kecepatan arus, suhu, s alinitas dan massa air yang berpindah dari bawah ke atas dan dari utara ke selatan.
"Kami sedang mencari lokasi di Lifamatola untuk dipasang buoy mooring," katanya.

Sumber: Google News | Liputan 24 Bula

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »