Maluku Tenggara, Mutiara Baru Sentra Bawang Merah dari Timur | Liputan 24 Maluku
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Maluku Tenggara, Mutiara Baru Sentra Bawang Merah dari Timur

Posted by On 11:13 PM

Maluku Tenggara, Mutiara Baru Sentra Bawang Merah dari Timur

JawaPos.com - Maluku Tenggara merupakan kabupaten strategis di Maluku maupun di Kawasan Indonesia Timur. Persisnya diantara gugusan Kepulauan Maluku dan Papua, serta laut Arafura dan Laut Banda. Yang menarik, daerah ini ternyata memiliki potensi sangat besar untuk bawang merah, selain aneka cabai dan produk hortikultura lainnya.

"Jujur saya tidak menyangka ternyata Maluku Tenggara punya potensi pengembangan bawang merah yang luar biasa. Tanahnya berjenis mediteran yang subur dan belum terkontaminasi. Hasil panen juga lumayan, 10 ton per hektar untuk varietas Super Philip dan Tajuk", ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Prihasto Prihasto saat mengunjungi sentra bawang merah di 3 Desa Yafavun, Kamear dan Watngon Kecamatan Kei Kecil Timur Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat (29/6).

Saat kunjungan di ketiga desa itu, setidaknya terhampar bawang merah lebih dari 51 hektar untuk mendukung pasokan Idul Adha 2018.

bawang merah
Salah satu lahan bawang merah di kawasan Maluku Tenggara (Ist/JawaPos.com)

"Kerennya lagi, petani dan dinas pertanian disini sudah mendesain pengembangan Kawasan Hortikultura berbasis sistem klaster, mengadopsi konsep One Village One Product," kata Anton -panggilan akrab Prihasto-.

"Dengan jumlah penduduk Maluku Tenggara 128 ribu jiwa dan konsumsi per kapita 2,8 kg per tahun dan produktivitas rata-rata 10 ton per hektar, maka hanya butuh 36 hingga 40 hektar untuk memenuhi kebutuhan bawang merah di kabupaten ini. Artinya saat ini, Maluku Tenggara sudah mampu swasembada bawang merah bahkan surplus," lanjut Anton.

Adapun Direktorat Jendera l Hortikultura pada Tahun Anggaran 2018 ini melalui dana APBN, mengalokasikan bantuan sarana produksi pengembangan Kawasan Bawang Merah seluas 95 hektar untuk Provinsi Maluku dan 42 hektar untuk Kabupaten Maluku Tenggara. Itu terdiri dari 40 hektar bawang merah benih umbi dan 2 hektar bawang merah benih biji.

“Sesuai kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mengembangkan sentra bawang merah di luar jawa, Kami akan selalu menerapkan sistem punish and reward dalam membangun sentra, apabila berprestasi akan kami support lebih banyak lagi”, sambung Anton.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Maluku Tenggara, Felix Tethool, yang turut mendampingi kunjungan lapang menambahkan bahwa potensi lahan bawang merah di klaster Kei Kecil Timur bisa mencapai 700 hingga 1.000 hektar.

"Kami mengucapkan terima kasih atas program Pak Menteri Andi Amran Sulaiman sudah bertekad mewujudkan Maluku sebagai produsen bawang merah terbesar di wilayah timur", ujar Felix.

Targetnya, awal tahun depan, bawang merah produksi petani Kei Kecil Timur sudah mengisi pasar Fakfak, Maluku Tenggara Barat dan Kepulauan Aru.

"Bahkan kami siap mendukung pasokan ekspor untuk beberapa waktu ke depan. Kami sudah rintis Badan Usaha Pedesaan sebagai penyedia modal petani. Jejaring pemasaran juga sudah kami jajaki," pungkasnya.

(ika/JPC)

Sumber: Berita Maluku

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »