www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

One on One Meeting, Menteri Susi Paparkan Potensi Bisnis ...

Posted by On 5:14 AM

One on One Meeting, Menteri Susi Paparkan Potensi Bisnis ...

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti usai melakukan pertemuan dengan para pengusaha Jepang di Tokyo, Kamis (31/5). Dok Humas KKP

KKPNews, Tokyo â€" Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak dan memprioritaskan pengusaha Jepang untuk bersama-sama membangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di enam pulau terluar Indonesia. Untuk membangun satu SKPT dibutuhkan sekitar USD20 juta atau sekitar Rp280 miliar (kurs Rp14.000). Akan tetapi, keuntungan yang dijanjikan SKPT juga sangat besar. Setiap tahun diperkirakan mendulang pendapatan USD160 juta (Rp2,24 triliun) dari SKPT.

“It’s very good business,” kata Menteri Susi di sela-sela one on one meeting dengan beberapa pengusaha Jepang di Hotel Imperial, Tokyo, Kamis (31/5) lalu.

Para pengusaha dan lembaga yang melakukan one on one meeting dengan Menteri Susi adalah Hideyuki Nakatani (Presiden Nakatani Shouten Co, Ltd), Tadatoshi Oshima (President Oshima Fisheries Co Ltd), Kentaro Narumi (CEO & President FTI Japan Co Ltd), Koji Yamazaki (Chief Operating Officer Marubeni Corporation), dan Masami Sueta (Deputy Chief Operating Officer Itochu Corporation).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Susi didampingi oleh Utusan Khusus Presiden RI untuk Jepang Rachmat Gobel, Duta Besar RI untuk Jepang Arifin Tasrif , Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti Poerwadi , Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda, dan Direktur Utama PT Perinus Dendi Anggi Gumilang.

Menurutnya hasil dari hitung-hitungan kasar, untuk membangun satu SKPT dibutuhkan biaya USD20 juta, sehingga kalau membangun ena m SKPT, total biaya yang dibutuhkan adalah USD120 juta (sekitar Rp1,68 triliun). “Potensi bisnis di setiap SKPT, sekitar USD 160 juta (Rp2,24 triliun),” ujar Susi.

Oleh sebab itu, Susi menyarankan agar para pengusaha Jepang dapat membentuk konsorsium untuk turut serta membangun dan mengembangkan SKPT ini. Adapun keenam pulau terluar yang dimaksud, yaitu Sabang (Aceh), Natuna (Kepulauan Riau), Morotai (Maluku Utara), Saumlaki (Maluku), Moa (Maluku), dan Biak Numfor (Papua).

Saat ini keenam pulau terluar Indonesia tersebut menjadi sentra Komoditas produk perikanan dan kelautan. Tetapi, potensi perikanan di 6 pulau itu masih banyak yang belum tergali secara maksimal. Adapaun data 6 pulau terluat saat ini yaitu:

SABANG

Komoditas:

â€" Tuna 210 ton/tahun (harga tuna Rp 40.000/kg)

â€" Cakalang 494/tahun (harga Cakalang: Rp 25.000/kg)

â€" Tongkol 1.073 ton/tahun (harga Tongkol: Rp 20.000/kg)

Jumlah nelayan: 6.060 j iwa

Armada penangkap ikan: 657 unit

Alat pancing: 639 unit

Geografis: sangat strategis untuk mengangkut produk perikanan ke Medan, China, Phuket (Thailand), Hong Kong, Penang (Malaysia)

NATUNA

Komoditas:

â€" Tuna: 5.568 ton/tahun

â€" Cakalang: 2.876 ton/tahun

â€" Tongkol: 852 ton/tahun

â€" Pelagis kecil: 12.424 ton/tahun

â€" Pelagis besar: 238 ton/tahun

Jumlah nelayan: 14.124 jiwa

Armada penangkap ikan: 4.275 unit

Geografis: sangat strategis untuk mengangkut produk perikanan ke Jakarta dan Hong Kong

MOROTAI

Komoditas:

â€" Tuna

â€" Cakalang

â€" Tongkol (Total: 6.272 ton/tahun)

Jumlah nelayan: 3.756 jiwa

Geografis: sangat strategis untuk mengangkut produk perikanan ke Filipina (Palau dan Davao), Jepang, Taiwan, Tiongkok, Hong Kong

SAUMLAKI

Komoditas:

â€" Tuna: 2.510 ton/tahu n

â€" Cakalang: 1.583 ton/tahun

â€" Tongkol: 795 ton/tahun

â€" Pelagis kecil: 3.664 ton/tahun

â€" Pelagis besar: 433 ton/tahun

Jumlah nelayan: 10.536 jiwa

Armada penangkap ikan: 9.661 unit

Geografis: sangat strategis untuk mengangkut produk perikanan ke Surabaya, Bali, Ambon, Dobo, dan Darwin (Australia).

MOA

Komoditas:

â€" Pelagis besar: 528,42 ton/tahun

â€" Pelagis kecil: 1.036 ton/tahun

â€" Demersal: 975,45 ton/tahun

â€" Ikan karang: 50,4 ton/tahun

â€" Lobster: 1,5 ton/tahun

Jumlah nelayan: 666 jiwa

Armada penangkap ikan: 42 unit

Alat tangkap: 277 unit

Geografis: sangat strategis untuk mengangkut produk perikanan ke Masela, Darwin (Australia), dan Jepang

BIAK NUMFOR

Komoditas:

â€" Pelagis besar: 12.250 ton/tahun

â€" Pelagis kecil: 11.878 ton/tahun

â€" Ikan demersal: 6.199 ton/tahun

< p>â€" Ikan karang: 937 ton/tahun

Armada penangkap ikan: 6.569 unit

Geografis: sangat strategis untuk mengangkut produk perikanan ke Merauke, Makassar, Palau (Filipina), Hawaii. (Irna Prihandini/AFN)

  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments

Sumber: Google News | Liputan 24 Dobo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »