GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Ini Jawaban Gubernur Maluku Saat Presiden Tanya Kampung ...

Ini Jawaban Gubernur Maluku Saat Presiden Tanya Kampung ...

Ambon,- Sebelum mengakhiri masa jabatan, Gubernur Maluku, Said Assagaff akan berupaya mewujudkan pembangunan kampung multietnis. Program kampung multietnis yang sudah dig…

Ini Jawaban Gubernur Maluku Saat Presiden Tanya Kampung ...

Ambon,- Sebelum mengakhiri masa jabatan, Gubernur Maluku, Said Assagaff akan berupaya mewujudkan pembangunan kampung multietnis. Program kampung multietnis yang sudah digagas sejak lama itu, sekaligus untuk menghilangkan segregasi pasca konflik kemanusian di Maluku tahun 1999 silam.“Ketika saya bertemu dengan Pak Presiden, beliau tanya saya, pak gub, Maluku adalah laboratorium kerukunan hidup beragama terbaik di Indonesia. Bentuk fisiknya seperti apa? Saya sebutkan perkampungan multietnis, dimana semua agama dan berbagai etnis akan tinggal di perkampungan itu,” ujar Assagaff, saat membuka Rapat Koordinasi Teknis dalam rangka Persiapan Pelaksanaan Pesparani Nasional I, di Gedung Islamic Center Ambon, Selasa (28 /8).Dikatakan, untuk mewujudkan pembangunan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Menteri Agama RI telah berjanji akan membantu Pemprov Maluku guna mewujudkannya.“Menteri PU sudah janji ke saya untuk bantu membangun ratusan rumah. Menteri Agama juga janji seperti itu, dia akan bantu bangun rumah ibadah (masjid, gereja dan pura) di perkampungan itu,” ungkapnya.Dia berharap, berbagai pihak di Maluku mendukung demi mewujudkan perkampungan multietnis sebagai bagian dari laboratorium kerukunan umat beragama di Maluku. “Saya titip juga kepada pimpinan DPRD yang hadir saat ini, termasuk para tokoh agama, karena saya dan pak wakil gubernur akan mengakhiri masa tugas ini. Saya titip agar perkampungan ini harus terwujud,” harapnya.Jika terwujud, kata Assagaff, Maluku akan menjadi kiblat dan ikon kerukunan beragama di Indonesia.“Kalau orang bicara soal kerukunan beragama, datang belajar di Maluku. Negeri ini sangat manis, dimana orang-orang terdahulu telah meletakan dasar-dasar y ang besar yakni hidup rukun, aman, damai. Kita punya pela gandong, larvul ngabal dan berbagai hal tentang persaudaraan sejati,” paparnya.( Amar )
Sumber: Berita Maluku

No comments