Juru Bicara Pancasila Maluku Rumuskan Program Lanjutan | Liputan 24 Maluku
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Juru Bicara Pancasila Maluku Rumuskan Program Lanjutan

Posted by On 4:13 AM

Juru Bicara Pancasila Maluku Rumuskan Program Lanjutan

Yuliantino Situmorang / YS Senin, 1 Oktober 2018 | 16:42 WIB

Jakarta - Komunitas Bela Indonesia (KBI) menuntaskan pelatihan Juru Bicara Pancasila di Ambon yang berlangsung sejak 28 September hingga hari ini, Senin (1/10). Kegiatan ditutup syahdu dengan partisipasi peserta membacakan puisi-puisi indah tentang keberagaman dan cinta.

Selama empat hari tiga malam, peserta dipadati beragam kegiatan, mulai dari diskusi refleksi terkait permasalahan dan potensi lokal Ambon, tentang kebinekaan, penulisan, dan manajemen media sosial.

Para peserta juga dilatih membuat konten kreatif berupa meme dan video/vlog. Sebagian besar karya mereka bermuatkan seni ada yang diisi puisi maupun tarian. Para peserta juga sepakat akan membuat langkah tindak lanjut untuk menyebarkan semangat Pancasila ke masyarakat luas.

“Dengan rencana adanya tindak lanjut ini, kami berharap teman-teman sebagai juru bicara Pancasila bisa menyebarkan semangat Pancasila secara lebih luas serta mengaplikasikan ilmu yang didapat dari pelatihan ini sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Milastri Muzakar, fasilitator utama pelatihan dalam keterangan tertulis yang diterima SP, Senin (1/10).

Ia memberikan pengarahan kepada para peserta dalam sesi Rencana Tindak Lanjut (RTL) seusai pelatihan. Dari enam RTL, semua peserta sepakat memilih satu program yaitu “Festival Ale, Beta, Katorang”. Program itu berupa kampanye penguatan ideologi Pancasila kepada siswa MI, Mts, dan MA dengan sasaran Yayasan Pendidikan Al Anshor dan Nurul Ikhlas. Keduanya merupakan sekolah satu atap dengan satu komunitas agama. Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah itu diketahui tidak pernah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dari sekolah itu pernah terjadi penangkapan pengikut ISIS.

Meski sudah terpilih sebagai calon ke giatan bersama, program tersebut masih akan ditinjau lebih lanjut atau bahkan mungkin diperbaiki dan dikolaborasikan dengan program lain sehingga program lanjutannya bisa lebih mantap dan relevan dalam konteks Maluku.

Rencana program lanjutan akan dilaksanakan secara serentak sesuai rancangan tiap Komunitas Bela Indonesia (KBI) wilayah di 25 provinsi pada Januari-Maret 2019.

Keresahan
Disebutkan, pelatihan yang digelar KBI itu untuk menggemakan kembali semangat Pancasila sebagai ideologi negara yang semakin menurun.

Pada awal pelatihan itu, peserta diajak merumuskan dan mendiskusikan tentang keresahan dan potensi di Maluku dalam konteks keberagaman dan kebangsaan. Setiap kelompok mempresentasikan berbagai keresahan yang melanda Maluku, khususnya di Ambon yang punya sejarah konflik, mulai dari keresahan akan pola pikir anak-anak yang lahir pascakonflik, separatisme di masyarakat, segregasi wilayah, keresahan akan hoaks, ujaran kebencian, poli tik identitas, isu SARA yang merajalela, hingga permasalahan kesenjangan pendidikan, ekonomi, serta keadilan sosial yang tidak merata.

Peserta menawarkan berbagai solusi berupa potensi lokal yang penting ditindaklanjuti untuk mengatasi berbagai keresahan itu. Potensi itu seperti Pela Gandong (perkuat persaudaraan) dengan memperbanyak bakudapa (bertemu), tegur sapa, dan bacarita (bercerita) sama-sama melalui dialog lintas tema, lintas komunitas, serta lintas iman, baik untuk dewasa, remaja maupun anak-anak usia dini.

Pancasila akan dijadikan sebagai acuan utama untuk mendukung potensi perdamaian.

“Pancasila itu seperti air yang bisa memadamkan api. Kalau kegiatan seperti pelatihan Juru Bicara Pancasila ini banyak dilakukan, nilai-nilai Pancasila kita amalkan dan sebarkan maka bisa memadamkan api-api kebencian dari paham lain yang ingin mengganti Pancasila,” papar Lintje, peserta perwakilan Komunitas Inauritetu saat mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.< br/>Selain itu, tambah dia, keberanian berdialog secara langsung perlu ditingkatkan kembali.

Hal senada dikatakan Georgie, peserta Komunitas JMP-Ambon. “Kita tidak bisa berdamai kalau kita tidak berjumpa,” ujar dia.
Diskusi reflektif terkait keresahan dan potensi ini semakin menyulut semangat dan menambah kesadaran para peserta untuk sama-sama memperjuangkan Pancasila sebagai pegangan bersama bangsa.

Pelatihan Juru Bicara Pancasila juga digelar secara paralel di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Pelatihan akan terus berlanjut setiap pekan di sejumlah kota di 24 provinsi.


Sumber: PRSumber: Berita Maluku

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »